kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Wage, 4 September 2005 tarukan valas
 

BERITA


Bayi Malang Itu Kembali Dirawat di RS Sanglah

WAYAN Kardana (25) menghela napas lega ketika Bali TV menyatakan akan menghimpun dana dari para pemirsa untuk membantu biaya perawatan bayinya yang belum genap berusia satu minggu itu.

Sekitar pukul 12.30, Sabtu (3/9) kemarin, bayi yang belum sempat diberi nama itu kembali dibawa ke Rumah Sakit (RS) Sanglah untuk menjalani perawatan lanjutan. Biaya operasi dan perawatan sepenuhnya berasal dari sumbangan pemirsa Bali TV yang akan dihimpun melalui Dompet Wirasa Bali TV.

Kepada Bali Post, Kardana mengaku hanya bisa memasrahkan nasib bayi pertamanya kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Hati suami Ni Wayan Cindri (20) ini merasa teriris begitu menyaksikan kondisi bayi mungil itu makin lemah. Namun, dirinya mengaku tidak bisa berbuat apa-apa lantaran tidak punya uang sepeser pun untuk mengobati penyakit anaknya. Karena alasan itu pula, dia terpaksa membawa pulang anaknya ke kediamannya di Banjar Carik, Desa Puhu, Payangan, Gianyar setelah sempat beberapa jam dirawat di RS Sanglah. ''Tuhan mendengar doa saya. Saya sudah putus asa dan pasrah atas nasib bayi kami yang lahir dengan kondisi tidak normal ini. Saya sangat berterima kasih, karena Bali TV menyatakan akan membantu perawatan bayi saya,'' katanya dengan mata berkaca-kaca.

Kardana mengaku belum menyiapkan nama untuk bayi pertama itu. Masalahnya, sampai kini dokter belum bisa memastikan jenis kelamin bayi malang itu. Namun, dia memperkirakan jenis kelamin bayinya laki-laki mengingat terlihat ada tonjolan kecil pada gumpalan daging yang menutupi bagian kelamin bayinya.

Siapa pun yang melihat bayi malang buah cinta kasih pasangan Kardana-Cindri ini pasti tersentuh perasaannya. Jenis kelamin bayi itu tidak jelas karena di bagian kelaminnya ada benda aneh mirip daging terbungkus. Pada bagian pantat bayi itu juga tidak terlihat ada lubang anus. Yang membuat perasaan makin terenyuh, usus bayi itu juga menyembul keluar lantaran kulit perutnya sangat tipis. Agar usus itu tidak mengering, sang ayah setiap saat membungkusnya dengan perban yang dibasahi dengan cairan infus.

Begitu Bali TV meyakinkan akan membawa anaknya ke RS Sanglah untuk berobat, mata Kardana langsung berbinar. Dengan sigap dia mempersiapkan segala perlengkapan bayinya. ''Saya memang sangat mengharapkan bantuan agar bayi ini bisa mendapatkan perawatan. Jika hanya menggantungkan dari kemampuan keuangan kami sekeluarga, jelas itu tidak mungkin. Untuk makan sehari-hari saja, kami sudah kesulitan,'' katanya sambil membimbing istrinya Ni Wayan Cindri yang tampak masih lemah menuju mobil yang disediakan Bali TV untuk membawa bayinya ke RS Sanglah.

Kepala Puskesmas Payangan dr. Ida Bagus Gede Ekaputra yang rutin mengecek kondisi bayi malang itu ke Banjar Carik, Desa Puhu menduga kelainan yang diderita bayi malang itu akibat perkembangan organ tubuh bayi semasih dalam kandungan tidak sempurna. Bayi malang itu sudah mengeluarkan feces (kotoran). Feces itu keluar dari lubang yang terdapat di gumpalan daging yang diduga membungkus alat kelamin bayi itu. Air kencing juga keluar dari saluran yang sama. Saluran feces dan air kencing bayi ini memang menyatu. Saat ini, bayi ini sudah bisa langsung netek dari ibunya. (ian)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com