Bayi Malang Itu Kembali Dirawat di RS
Sanglah
WAYAN
Kardana (25) menghela napas lega ketika Bali TV menyatakan akan
menghimpun dana dari para pemirsa untuk membantu biaya perawatan
bayinya yang belum genap berusia satu minggu itu.
Sekitar pukul 12.30, Sabtu (3/9) kemarin, bayi yang
belum sempat diberi nama itu kembali dibawa ke Rumah Sakit (RS)
Sanglah untuk menjalani perawatan lanjutan. Biaya operasi dan
perawatan sepenuhnya berasal dari sumbangan pemirsa Bali TV yang
akan dihimpun melalui Dompet Wirasa Bali TV.
Kepada Bali Post, Kardana mengaku hanya bisa
memasrahkan nasib bayi pertamanya kepada Ida Sang Hyang Widhi
Wasa. Hati suami Ni Wayan Cindri (20) ini merasa teriris begitu
menyaksikan kondisi bayi mungil itu makin lemah. Namun, dirinya
mengaku tidak bisa berbuat apa-apa lantaran tidak punya uang
sepeser pun untuk mengobati penyakit anaknya. Karena alasan itu
pula, dia terpaksa membawa pulang anaknya ke kediamannya di Banjar
Carik, Desa Puhu, Payangan, Gianyar setelah sempat beberapa jam
dirawat di RS Sanglah. ''Tuhan mendengar doa saya. Saya sudah
putus asa dan pasrah atas nasib bayi kami yang lahir dengan
kondisi tidak normal ini. Saya sangat berterima kasih, karena Bali
TV menyatakan akan membantu perawatan bayi saya,'' katanya dengan
mata berkaca-kaca.
Kardana mengaku belum menyiapkan nama untuk bayi
pertama itu. Masalahnya, sampai kini dokter belum bisa memastikan
jenis kelamin bayi malang itu. Namun, dia memperkirakan jenis
kelamin bayinya laki-laki mengingat terlihat ada tonjolan kecil
pada gumpalan daging yang menutupi bagian kelamin bayinya.
Siapa pun yang melihat bayi malang buah cinta kasih
pasangan Kardana-Cindri ini pasti tersentuh perasaannya. Jenis
kelamin bayi itu tidak jelas karena di bagian kelaminnya ada benda
aneh mirip daging terbungkus. Pada bagian pantat bayi itu juga
tidak terlihat ada lubang anus. Yang membuat perasaan makin
terenyuh, usus bayi itu juga menyembul keluar lantaran kulit
perutnya sangat tipis. Agar usus itu tidak mengering, sang ayah
setiap saat membungkusnya dengan perban yang dibasahi dengan
cairan infus.
Begitu Bali TV meyakinkan akan membawa anaknya ke
RS Sanglah untuk berobat, mata Kardana langsung berbinar. Dengan
sigap dia mempersiapkan segala perlengkapan bayinya. ''Saya memang
sangat mengharapkan bantuan agar bayi ini bisa mendapatkan
perawatan. Jika hanya menggantungkan dari kemampuan keuangan kami
sekeluarga, jelas itu tidak mungkin. Untuk makan sehari-hari saja,
kami sudah kesulitan,'' katanya sambil membimbing istrinya Ni
Wayan Cindri yang tampak masih lemah menuju mobil yang disediakan
Bali TV untuk membawa bayinya ke RS Sanglah.
Kepala Puskesmas Payangan dr. Ida Bagus Gede
Ekaputra yang rutin mengecek kondisi bayi malang itu ke Banjar
Carik, Desa Puhu menduga kelainan yang diderita bayi malang itu
akibat perkembangan organ tubuh bayi semasih dalam kandungan tidak
sempurna. Bayi malang itu sudah mengeluarkan feces (kotoran).
Feces itu keluar dari lubang yang terdapat di gumpalan daging yang
diduga membungkus alat kelamin bayi itu. Air kencing juga keluar
dari saluran yang sama. Saluran feces dan air kencing bayi ini
memang menyatu. Saat ini, bayi ini sudah bisa langsung netek dari
ibunya. (ian)