|
Program Acara
BALI
TV
Senin,
9 September 2002
16.45 Wita Mars Indonesia Raya
16.50 Wita Mars Bali Jagadhita
16.55 Wita Lagu Ngastitiang Bali
17.00 Wita Klip Bali
17.30 Wita Nangun Yadnya
* Ngenteg
Linggih di Pura Pasek Selat Pandan Buleleng
18.00 Wita Puja Trisandhya
18.05 Wita Dharma Wacana
* Makna Byakaon
& Prayascita
18.30 Wita Seputar Bali
19.00 Wita Serial : Om Nama Siwaya
19.30 Wita Orti Bali
20.00 Wita Klip Bali
20.30 Wita Perspektif dan Solusi Bali
*
Interaktif
21.30 Wita Githa Santhi
22.00 Wita Bali Harmoni
* Topik :
Seks, Seksualitas Gender
Narasumber : Prof. DR. dr. Wimpie I. Pangkahila
23.00 Wita Cloosing (Penutup)
Channel Bali TV berubah : untuk seluruh kabupaten di
Bali berada pada channel 39 UHF Untuk pemakai parabola
berada pada : Transfonder 6H, Center Frek Rf 3926 Mhz L
Band 1224 Mhz, Symbol Rate 4208 MSPS, FEC 3/4
Keterangan : Acara Sewaktu-waktu dapat berubah
Sinopsis Om Nama Siwaya :
* Episode minggu lalu menceritakan Pangeran Mainak
bermimpi bertemu dengan pendeta pengikut Dewa Shiva yang
merupakan bagian dari dirinya, yang tujuannya untuk
membimbing Mainak ke arah kebaikan, serta memberikan
pengertian arti cinta, kebenaran, dan juga keinsyafan
dalam memberikan kehidupan yang baik.
Episode kali ini, Dewa Rishi Narad menghampiri Dewi
Parwati yang sedang berdoa terhadap Dewa Shiva, dan Dewa
Rishi Narad menyarankan Dewi Parwati untuk melakukan puasa
atas Nama Dewa Shiwa, serta mengatakan hari ini adalah
hari yang terbaik, dan satu bulan dari sekarang untuk
berpuasa dengan makan sekali dalam sehari serta berdoa
pada Lingga dengan daun suci. Di tempat lain Permaisuri
Maina merasa cemas terhadap anaknya Parwati, serta Dewa
Rishi Narad datang lalu mengatakan jangan mencemaskan
Parwati, karena di sana dia merasa senang dan sekarang dia
telah memulai berpuasa untuk Dewa Shiva. Diceritakan juga
Devgar pergi ke tempat Dewa Brahma, atas penyesalan yang
terjadi pada Kamdev, yang merupakan kesalahan Devgar yang
meminta Kamdev memanah Dewa Shiva bersemedi. Dan Dewa
Brahma bercerita kepada Devgar tentang Gushma yang telah
meninggal dihidupkan kembali oleh Dewa Shiva. Pendeta yang
bernama Sudarma dan istrinya Seheda merasa bersedih karena
mereka tidak mempunyai anak serta peramal mengatakan bahwa
Suheda tidak akan pernah menjadi seorang ibu, dan
menyuruhnya harus banyak bertobat. Dan Suheda menyarankan
agar suaminya Sudarma menikah lagi agar mendapatkan
keturunan.
|