|

Problem
Pariwisata Bali
PEMBACA
yang budiman, topik bahasan kita mengenai
impresariat seniman kita sudahi dan selanjutnya,
kami mengharapkan Anda ikut urun rembuk bagaimana
memecahkan permasalahan pariwisata Bali. Problem
kepariwisataan Bali sangat kompleks, oleh karena itu
penyelesaiannya tidak bisa dilakukan secara parsial.
Oleh karena itu, seluruh komponen pariwisata
seharusnya mengutamakan konsolidasi, bukan malah
memunculkan citra rivalitas yang tak baik dampaknya
terhadap kehidupan dan pertumbuhan pariwisata Bali.
Bali Tourism Board (BTB), salah satu komponen
pariwisata Bali, September ini mengadakan rakerda
untuk mewujudkan konsolidasi itu. Masukan dari
kalangan pariwisata dan pihak di luar itu, termasuk
dari masyarakat Bali dipersilakan. Gelar diskusi
melibatkan kalangan LSM, praktisi pariwisata,
pemerintah dan komponen masyarakat yang peduli
terhadap kepariwisataan Bali. Diinginkan, dalam
pengembangan pariwisata Bali yang berkelanjutan,
seluruh kekuatan pariwisata Bali secara bersama-sama
meningkatkan kemajuan pariwisata di Pulau Dewata.
Pembaca
budiman, apakah Anda melihat problem terbesar dan
utama dalam kepariwisataan Bali? Di sisi telah
dicanangkan pula pariwisata kerakyatan. Apa masalah
pokoknya? Lalu apa yang seharusnya dikerjakan. Apa
yang sudah bagus dan benar dilakukan dalam
menghidupkan kepariwisataan Bali? Apanya yang kurang
atau salah? Kami tunggu urun rembuk Anda untuk
mengangkat problem pariwisata Bali. Tentu saja
dengan solusi yang menurut Anda harus dikerjakan
oleh komponen pariwisata di Pulau Dewata,
institusi-institusi terkait, Pemerintah Daerah,
masyarakat dan lainnya. Tak perlu dengan hujatan
kepada pihak mana pun, karena kita bersama ngacep
kayun demi kebaikan Bali. Kirimkan ke Redaksi Bali
Post Jl. Kepundung 67A Denpasar, kode pos 80232,
sertai fotokopi identitas yang masih berlaku. Kami
tunggu hingga 14 September 2002. Bisa juga mengirim
melalui E-mail: balipost@indo.net.id dengan
identitas jelas.
|