kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Paing, 13 September 2002

 Pariwisata


THK Jadi Tema WTD 2002

*Kesadaran tentang Pariwisata Harus Ditingkatkan

Denpasar (Bali Post) -
Penyadaran publik tentang pentingnya pariwisata bagi masyarakat Bali, menjadi salah satu aksentuasi kegiatan hari pariwisata dunia (World Turism Day-WTD) 2002 yang jatuh pada Jumat (27/9) mendatang. Terkait hal itu, rapat sejumlah komponen pariwisata dari unsur pemerintah, industri pariwisata dan kalangan kampus di Kantor Diparda Bali, Kamis (12/9) kemarin menyepakati tema sentral WTD 2002 adalah "Dengan Tri Hita Karana (THK) Menuju Pembangunan Kepariwisataan Bali Berkelanjutan."

Dalam rapat yang dipimpin Kadiparda Bali Gede Pitana itu disepkati, kegiatan edukasi ini akan dilengkapi kegiatan lainnya seperti seminar, media suport, pemeliharaan lingkungan serta gerakan penghijauan. Keputusan tentang tema ini sekaligus menempatkan THK Awards 2002 yang diprakarsai Bali Travel News--majalah pariwisata dwibahasa kelompok Media Bali Post-- sebagai bagian dari kegiatan hari pariwisata dunia di Bali.

Direncanakan, acara puncak peringatan hari pariwisata dunia akan terpusat di Kintamani. Kegiatan akan diawali gerakan kebersihan, terutama membebaskan objek wisata dari sampah plastik. Di samping itu akan dilakukan penyebaran bibit ikan secara simbolis di danau Batur. "Dengan kegiatan yang peduli lingkungan ini, kita ingin membuktikan bahwa anggapan pariwisata sebagai perusak lingkungan Bali tidak sepenuhnya benar," tandas Putana.

Edukasi publik banyak mendapat respons dari peserta rapat, khususnya dari BTB dengan sembilan stake holders-nya, Tim THK, BTDC dan utusan dinas dan instansi pemerintah kabupaten/kota se-Bali. Dipandang perlu adanya penyadaran yang terus-menerus di masyarakat bahwa keberlanjutan pariwisata Bali menjadi tanggung-jawan semua komponen pariwisata. Direktur Eksekutif BTB Yudi Angligan dipercaya untuk mengkoordinasikan gerakan penyadaran dengan melibatkan media massa, baik cetak maupun elektronik.

Selaku Ketua THK Awards, Berata Asrama menyambut positif diangkatnya filosofi Bali ini sebagai tema WTD tahun ini. Sejak awal, selaku penggagas THK Awards, pihaknya menyadari bahwa cepat atau lambat komponen pariwisata di Bali harus menempatkan filosofi ini sebagai dasar kegiatan berpariwisata. Langkah itu juga diambil untuk mempercepat implementasi THK. "Jangan kita hanya ribut sosal konsep," tandas Pemred BTN ini.

Dipaparkan, apresiasi industri pariwisata (hotel) terhadap THK Award semakin tinggi. Hal ini dibuktikan dengan terus meningkatnya nominator peraih THK Award dari tahun ke tahun. Kalau tahun 2000--tahun pertama--baru 60 hotel, setahun kemudian meningkat menjadi 70 hotel dan pada 2002 ini mencapai 84 hotel. Dari jumlah itu 16 hotel di antaranya merupakan hotel bintang lima dan bintang lima plus, 13 hotel bintang empat dan 8 hotel boutique. (056)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)