THK Jadi Tema
WTD 2002
*Kesadaran tentang Pariwisata Harus
Ditingkatkan
Denpasar
(Bali Post) -
Penyadaran publik tentang pentingnya pariwisata bagi
masyarakat Bali, menjadi salah satu aksentuasi kegiatan
hari pariwisata dunia (World Turism Day-WTD) 2002 yang
jatuh pada Jumat (27/9) mendatang. Terkait hal itu, rapat
sejumlah komponen pariwisata dari unsur pemerintah,
industri pariwisata dan kalangan kampus di Kantor Diparda
Bali, Kamis (12/9) kemarin menyepakati tema sentral WTD
2002 adalah "Dengan Tri Hita Karana (THK) Menuju
Pembangunan Kepariwisataan Bali Berkelanjutan."
Dalam rapat yang
dipimpin Kadiparda Bali Gede Pitana itu disepkati,
kegiatan edukasi ini akan dilengkapi kegiatan lainnya
seperti seminar, media suport, pemeliharaan lingkungan
serta gerakan penghijauan. Keputusan tentang tema ini
sekaligus menempatkan THK Awards 2002 yang diprakarsai
Bali Travel News--majalah pariwisata dwibahasa kelompok
Media Bali Post-- sebagai bagian dari kegiatan hari
pariwisata dunia di Bali.
Direncanakan, acara
puncak peringatan hari pariwisata dunia akan terpusat di
Kintamani. Kegiatan akan diawali gerakan kebersihan,
terutama membebaskan objek wisata dari sampah plastik. Di
samping itu akan dilakukan penyebaran bibit ikan secara
simbolis di danau Batur. "Dengan kegiatan yang peduli
lingkungan ini, kita ingin membuktikan bahwa anggapan
pariwisata sebagai perusak lingkungan Bali tidak
sepenuhnya benar," tandas Putana.
Edukasi publik
banyak mendapat respons dari peserta rapat, khususnya dari
BTB dengan sembilan stake holders-nya, Tim THK, BTDC dan
utusan dinas dan instansi pemerintah kabupaten/kota
se-Bali. Dipandang perlu adanya penyadaran yang
terus-menerus di masyarakat bahwa keberlanjutan pariwisata
Bali menjadi tanggung-jawan semua komponen pariwisata.
Direktur Eksekutif BTB Yudi Angligan dipercaya untuk
mengkoordinasikan gerakan penyadaran dengan melibatkan
media massa, baik cetak maupun elektronik.
Selaku Ketua THK
Awards, Berata Asrama menyambut positif diangkatnya
filosofi Bali ini sebagai tema WTD tahun ini. Sejak awal,
selaku penggagas THK Awards, pihaknya menyadari bahwa
cepat atau lambat komponen pariwisata di Bali harus
menempatkan filosofi ini sebagai dasar kegiatan
berpariwisata. Langkah itu juga diambil untuk mempercepat
implementasi THK. "Jangan kita hanya ribut sosal
konsep," tandas Pemred BTN ini.
Dipaparkan,
apresiasi industri pariwisata (hotel) terhadap THK Award
semakin tinggi. Hal ini dibuktikan dengan terus
meningkatnya nominator peraih THK Award dari tahun ke
tahun. Kalau tahun 2000--tahun pertama--baru 60 hotel,
setahun kemudian meningkat menjadi 70 hotel dan pada 2002
ini mencapai 84 hotel. Dari jumlah itu 16 hotel di
antaranya merupakan hotel bintang lima dan bintang lima
plus, 13 hotel bintang empat dan 8 hotel boutique.
(056)
|