Meluas, Aksi Perusakan di Lombok Timur
Tempat Ibadah
Dibakar, Toko Dirusak
Selong (Bali
Post) -
Aksi perusakan terhadap tempat ibadah jemaah Ahmadiyah,
toko dan rumah di Pancor, Selong, NTB, makin meluas.
Hingga Kamis (12/9) kemarin, kemarahan massa terus
berlanjut dengan aksi perusakan rumah dan toko milik
pengikut aliran itu di tiga lokasi.
Berdasarkan
pemantauan Bali Post di tempat kejadian hingga pukul 19.00
wita, Kamis kemarin, meluasnya aksi anarkis itu antara
lain dipicu dilepasnya tujuh tersangka yang ditangkap
polisi, Rabu (11/9). Setelah diperiksa sekitar dua jam di
Polres, tersangka dipulangkan. Ini tampaknya yang membuat
beberapa masyarakat merasa tak puas.
Berbagai skenario
dari kelompok-kelompok pemuda sekitar Pancor, Selong dan
Masbagik pun dirancang. Bahkan, rumah-rumah dan toko milik
jemaah Ahmadiyah didata. Mereka juga memperhitungkan
kekuatan aparat keamanan, berikut titik-titik yang akan
dijadikan pos untuk penjagaan. Jawabannya cuma satu, yakni
kekuatan massa harus ditambah. Ketika aksi pembumihangusan
pada Rabu malam yang dimulai sekitar pukul 23.00 wita,
massa yang menyerbu lebih banyak dari kejadian sehari
sebelumnya.
Jajaran Polres Lotim
yang dipimpin Kapolres AKBP Drs. MA Wiguna, SIP dan Kodim
Lotim dipimpin langsung Dandim Letkol CAJ Drs. HM Sukiman
Azmy berusaha mengendalikan massa dengan memberikan arahan
dan nasihat. Tetapi, massa terus merangsek. Bahkan, massa
dari bagian belakang melakukan pelemparan yang mengarah
kepada Kapolres dan Dandim. Hal ini menyebabkan kedua
pucuk pimpinan aparat keamanan di Lombok Timur tersebut
bergeser dari tempat berdirinya.
Tempat ibadah kaum
ahmadi -- pengikut Ahmadiyah -- pun dirusak massa. Seluruh
kitab, podium dan bahkan bangunan teras serta bagian atap
dibongkar dibawa ke jalan raya, kemudian dibakar. Dua unit
mobil pemadam kebakaran yang siaga di TKP tak bisa berbuat
banyak, mengingat massa dikhawatirkan akan merusak mobil
tersebut kalau melakukan penyemprotan.
Seluruh bangunan itu
hancur dalam waktu singkat. Aksi pembakaran bangunan
dengan konstruksi beton itu berlangsung hingga Kamis pukul
03.00 dini hari.
Setelah puas
meluluhlantakkan tempat ibadah, dilanjutkan dengan sasaran
ke rumah-rumah kaum ahmadi di sekitar Pancor, Rakam,
Majidi dan Selong. Sekurang-kurangnya empat rumah di dalam
kota dirusak, berikut segala fasilitas penunjang ekonomi
mereka. Sejumlah toko bangunan di Pancor berikut toko
kelontong di sekitar pasar umum Selong milik warga
Ahmadiyah juga dirusak. Sebagian besar isi toko
dikeluarkan untuk dibakar.
Diungsikan
Sementara itu, para
pengikut aliran ini diungsikan ke beberapa tempat aman
dengan penjagaan ketat. ''Ada yang berusaha bertahan di
rumahnya, tak mau diamankan. Mereka ingin mati sahid di
dalam rumahnya sendiri,'' kata polisi. Hingga berita ini
ditulis, Bupati Lombok Timur H. Syahdan yang memimpin
rapat muspida dan para tokoh agama dan tokoh masyarakat,
memutuskan untuk membekukan segala aktivitas peribadatan
kaum ahmadi tersebut.
Dandim Lotim H.
Sukiman Azmy mengatakan, kasus ini harus dijadikan
pelajaran berarti bagi kaum ahmadi. ''Kalau sudah begini,
hentikan secara total segala aktivitas ibadah yang
mengundang kecemburuan masyarakat,'' kata Dandim. Kapolres
Lotim MA Wiguna mengatakan, beberapa kali upaya
silaturahmi dilakukan aparat keamanan dan Pemkab Lotim
kepada elite pimpinan Ahmadiyah, tetapi selalu tak
terwujud karena berbagai kendala yang datang dari pihak
Ahmadiyah. ''Sebenarnya kami ingin berkoordinasi untuk
mencegah segala kemungkinan tindakan anarkis seperti ini,
tetapi sudah terlambat,'' kata Kapolres. (038)
|