kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Paing, 13 September 2002

 Nusatenggara


Meluas, Aksi Perusakan di Lombok Timur
Tempat Ibadah Dibakar, Toko Dirusak

Selong (Bali Post) -
Aksi perusakan terhadap tempat ibadah jemaah Ahmadiyah, toko dan rumah di Pancor, Selong, NTB, makin meluas. Hingga Kamis (12/9) kemarin, kemarahan massa terus berlanjut dengan aksi perusakan rumah dan toko milik pengikut aliran itu di tiga lokasi.

Berdasarkan pemantauan Bali Post di tempat kejadian hingga pukul 19.00 wita, Kamis kemarin, meluasnya aksi anarkis itu antara lain dipicu dilepasnya tujuh tersangka yang ditangkap polisi, Rabu (11/9). Setelah diperiksa sekitar dua jam di Polres, tersangka dipulangkan. Ini tampaknya yang membuat beberapa masyarakat merasa tak puas.

Berbagai skenario dari kelompok-kelompok pemuda sekitar Pancor, Selong dan Masbagik pun dirancang. Bahkan, rumah-rumah dan toko milik jemaah Ahmadiyah didata. Mereka juga memperhitungkan kekuatan aparat keamanan, berikut titik-titik yang akan dijadikan pos untuk penjagaan. Jawabannya cuma satu, yakni kekuatan massa harus ditambah. Ketika aksi pembumihangusan pada Rabu malam yang dimulai sekitar pukul 23.00 wita, massa yang menyerbu lebih banyak dari kejadian sehari sebelumnya.

Jajaran Polres Lotim yang dipimpin Kapolres AKBP Drs. MA Wiguna, SIP dan Kodim Lotim dipimpin langsung Dandim Letkol CAJ Drs. HM Sukiman Azmy berusaha mengendalikan massa dengan memberikan arahan dan nasihat. Tetapi, massa terus merangsek. Bahkan, massa dari bagian belakang melakukan pelemparan yang mengarah kepada Kapolres dan Dandim. Hal ini menyebabkan kedua pucuk pimpinan aparat keamanan di Lombok Timur tersebut bergeser dari tempat berdirinya.

Tempat ibadah kaum ahmadi -- pengikut Ahmadiyah -- pun dirusak massa. Seluruh kitab, podium dan bahkan bangunan teras serta bagian atap dibongkar dibawa ke jalan raya, kemudian dibakar. Dua unit mobil pemadam kebakaran yang siaga di TKP tak bisa berbuat banyak, mengingat massa dikhawatirkan akan merusak mobil tersebut kalau melakukan penyemprotan.

Seluruh bangunan itu hancur dalam waktu singkat. Aksi pembakaran bangunan dengan konstruksi beton itu berlangsung hingga Kamis pukul 03.00 dini hari.

Setelah puas meluluhlantakkan tempat ibadah, dilanjutkan dengan sasaran ke rumah-rumah kaum ahmadi di sekitar Pancor, Rakam, Majidi dan Selong. Sekurang-kurangnya empat rumah di dalam kota dirusak, berikut segala fasilitas penunjang ekonomi mereka. Sejumlah toko bangunan di Pancor berikut toko kelontong di sekitar pasar umum Selong milik warga Ahmadiyah juga dirusak. Sebagian besar isi toko dikeluarkan untuk dibakar.

Diungsikan

Sementara itu, para pengikut aliran ini diungsikan ke beberapa tempat aman dengan penjagaan ketat. ''Ada yang berusaha bertahan di rumahnya, tak mau diamankan. Mereka ingin mati sahid di dalam rumahnya sendiri,'' kata polisi. Hingga berita ini ditulis, Bupati Lombok Timur H. Syahdan yang memimpin rapat muspida dan para tokoh agama dan tokoh masyarakat, memutuskan untuk membekukan segala aktivitas peribadatan kaum ahmadi tersebut.

Dandim Lotim H. Sukiman Azmy mengatakan, kasus ini harus dijadikan pelajaran berarti bagi kaum ahmadi. ''Kalau sudah begini, hentikan secara total segala aktivitas ibadah yang mengundang kecemburuan masyarakat,'' kata Dandim. Kapolres Lotim MA Wiguna mengatakan, beberapa kali upaya silaturahmi dilakukan aparat keamanan dan Pemkab Lotim kepada elite pimpinan Ahmadiyah, tetapi selalu tak terwujud karena berbagai kendala yang datang dari pihak Ahmadiyah. ''Sebenarnya kami ingin berkoordinasi untuk mencegah segala kemungkinan tindakan anarkis seperti ini, tetapi sudah terlambat,'' kata Kapolres. (038)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)