PGN
Disvestasi 40 % Sahamnya ke TAP
Jakarta
(Bali Post)-
PT Perusahaan Gas Negara (PGN) melakukan divestasi
sahamnya sebesar 40 persen kepada Trans Asia Pipeline PVT
(TAP) Ltd sebesar 187,6 juta dolar AS. Divestasi ini
dilakukan sebagai syarat yang diajukan Bank Pembangunan
Asia (ADB). Perjanjian jual beli itu ditandatangi Dirut
PGN WMP Simandjuntak dan Direktur TransAsia Andrew Francis
yang disaksikan Meneg BUMN Laksamana Sukardi dan Menteri
Energi dan Sumber Daya Nineral Purnomo Yusgiantoro, di
Jakarta, Kamis (12/9) kemarin.
Menurut Simandjuntak,
divestasi saham sebesar 40 persen tersebut berada pada PT
Transportasi Gas Indonesia (Transgasindo). Dalam
perjanjian itu juga termasuk didalamnya menanamkan modal
baru senilai 57,6 juta dolar AS untuk pembiayaan proyek
pipa gas ke Singapura. Trans Asia Pipeline Company PVT.Ltd,
yang merupakan perusahaan patungan Petronas (Malaysia),
Conoco Philips (AS), Singapore Petroleum Company (Singapura)
dan Talisman Energy Inc (Kanada), kini tengah
mengembangkan interkoneksi pipa gas di Asia.
Mengenai penjualan
Trasgasindo ini, Simandjuntak beralasan karena perusahaan
tersebut ingin mendapatkan pendanaan dari ADB untuk
membangun proyek pembangunan jalur pipa gas ke Singapura
dan proyek pembangunan jalur pipa dari Gresik (Sumsel)-Duri
(Riau). Di samping itu, PGN menginginkan agar terjadi
transfer teknologi serta memperkenalkan operasi dan
pemeliharaan gas kelas dunia, yang dimiliki Trans Asia ke
anak perusahaannya, Transgasindo.
Simandjuntak
menjamin, proses penjualan Transgasindo sangat kompetitif
dan transparan. Hal ini terbukti dengan harga jual yang
tinggi atas 40 persen saham Transgasindo. "PGN dan
pemerintah Indonesia puas dengan harga yang diperoleh
dalam penjualan saham ini," kata dia. Lebih lanjut
Simandjuntak menyatakan, dengan selesainya penjualan ini
maka dipastikan proyek pembangunan pipa gas Gresik-Duri
sepanjang 536 km dan pipa gas lepas pantai Singapura
sepanjang 468 km akan dapat terlaksana.
Dalam kesempatan
yang sama, Purnomo Yusgiantoro menjelaskan, kedua proyek
pipa itu sangat penting untuk menjamin pemasaran gas dari
Indonesia ke Singapura. Nilai investasi proyek itu
mencapai 450 juta dolar AS. Proyek tersebut selain didanai
oleh PGN dan ADB, rencananya juga akan didanai oleh
European Bank. "Diharapkan pada Agusutus 2003 proyek
ini bisa selesai dan selanjutnya diteruskan dengan proyek
penyaluran gas dari Sumsel ke Malaysia," tukas
Purnomo.
Direktur TranAsia,
Andrew Francis berjanji akan mengintegrasikan jaringan
pipa Transgasindo kedalam jaringan "Trans Asean Gas
Pipeline", untuk memperluas sistem pipa perusahaan
tersebut memenuhi pasar domestik dan internasional.
(kmb1)
|