kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Paing, 13 September 2002

 Ekonomi


PGN Disvestasi 40 % Sahamnya ke TAP

Jakarta (Bali Post)-
PT Perusahaan Gas Negara (PGN) melakukan divestasi sahamnya sebesar 40 persen kepada Trans Asia Pipeline PVT (TAP) Ltd sebesar 187,6 juta dolar AS. Divestasi ini dilakukan sebagai syarat yang diajukan Bank Pembangunan Asia (ADB). Perjanjian jual beli itu ditandatangi Dirut PGN WMP Simandjuntak dan Direktur TransAsia Andrew Francis yang disaksikan Meneg BUMN Laksamana Sukardi dan Menteri Energi dan Sumber Daya Nineral Purnomo Yusgiantoro, di Jakarta, Kamis (12/9) kemarin.

Menurut Simandjuntak, divestasi saham sebesar 40 persen tersebut berada pada PT Transportasi Gas Indonesia (Transgasindo). Dalam perjanjian itu juga termasuk didalamnya menanamkan modal baru senilai 57,6 juta dolar AS untuk pembiayaan proyek pipa gas ke Singapura. Trans Asia Pipeline Company PVT.Ltd, yang merupakan perusahaan patungan Petronas (Malaysia), Conoco Philips (AS), Singapore Petroleum Company (Singapura) dan Talisman Energy Inc (Kanada), kini tengah mengembangkan interkoneksi pipa gas di Asia.

Mengenai penjualan Trasgasindo ini, Simandjuntak beralasan karena perusahaan tersebut ingin mendapatkan pendanaan dari ADB untuk membangun proyek pembangunan jalur pipa gas ke Singapura dan proyek pembangunan jalur pipa dari Gresik (Sumsel)-Duri (Riau). Di samping itu, PGN menginginkan agar terjadi transfer teknologi serta memperkenalkan operasi dan pemeliharaan gas kelas dunia, yang dimiliki Trans Asia ke anak perusahaannya, Transgasindo.

Simandjuntak menjamin, proses penjualan Transgasindo sangat kompetitif dan transparan. Hal ini terbukti dengan harga jual yang tinggi atas 40 persen saham Transgasindo. "PGN dan pemerintah Indonesia puas dengan harga yang diperoleh dalam penjualan saham ini," kata dia. Lebih lanjut Simandjuntak menyatakan, dengan selesainya penjualan ini maka dipastikan proyek pembangunan pipa gas Gresik-Duri sepanjang 536 km dan pipa gas lepas pantai Singapura sepanjang 468 km akan dapat terlaksana.

Dalam kesempatan yang sama, Purnomo Yusgiantoro menjelaskan, kedua proyek pipa itu sangat penting untuk menjamin pemasaran gas dari Indonesia ke Singapura. Nilai investasi proyek itu mencapai 450 juta dolar AS. Proyek tersebut selain didanai oleh PGN dan ADB, rencananya juga akan didanai oleh European Bank. "Diharapkan pada Agusutus 2003 proyek ini bisa selesai dan selanjutnya diteruskan dengan proyek penyaluran gas dari Sumsel ke Malaysia," tukas Purnomo.

Direktur TranAsia, Andrew Francis berjanji akan mengintegrasikan jaringan pipa Transgasindo kedalam jaringan "Trans Asean Gas Pipeline", untuk memperluas sistem pipa perusahaan tersebut memenuhi pasar domestik dan internasional. (kmb1)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)