kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Paing, 13 September 2002

 Bali


Warga tetap Tolak PLTGU Pemaron

Singaraja (Bali Post) -
Meski proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Desa Pemaron dikabarkan akan dipindahkan ke Palembang, Pemkab Buleleng tetap melakukan pengkajian terhadap proyek listrik tersebut.

Rencananya, Sabtu (14/9) besok Bupati Bagiada bersama seluruh unsur Muspida Buleleng mengadakan peninjauan PLTGU di Jawa Timur. Menurut Bupati Bagiada, peninjuan itu dilaksanakan untuk menyikapi perkembangan rencana PLTGU di Pemaron. Selama ini kesannya DPRD menyerahkan sepenuhnya masalah PLTGU ini kepada eksekutif. Namun, menurut Bupati, kajian itu harus dilakukan bersama-sama antara eksekutif dan legislatif. "Kalau cuma eksekutif yang diserahkan, untuk apa ada DPRD," ujarnya di halaman Kantor Pemkab Buleleng, Kamis (12/9) kemarin.

Meski pemkab masih melakukan kajian-kajian tampaknya warga di kawasan Lovina, khususnya warga adat Pemaron tetap akan menolak proyek tersebut. Dalam dialog interaktif yang digelar Lembaga Kajian Kebijakan Publik (LKKP) di Radio Singaraja FM awal pekan ini, Ketua Forum Pengembangan Kawasan Strategis Dewa Made Suarsana mengatakan, tetap akan menolak PLTGU dibangun di Pemaron. ''Keputusan enam desa adat sudah menolak sejak dilakukan sosialisasi,'' ujarnya.

Ia mempertanyakan, apakah secara filosofi industri listrik PLTGU ini bisa disatukan dengan industri pariwisata. Dikatakan, meskipun amdalnya nanti bagus tidak menjamin turis datang ke Lovina.

Ketua Komisi B DPRD Buleleng Dewa Ketut Anom mengatakan, hingga saat ini Dewan secara formal belum pernah menyatakan persetujuan. Yang ada, kata dia, adalah penolakan. Ia mengingatkan, masalah PLTGU ini tidak dipolitisasi untuk membenturkan pihak-pihak yang sejak dulu memang sudah berbeda.

Dalam dialog itu Wabup Gede Wardana juga mengatakan, Pemkab Buleleng akan membentuk tim amdal untuk mengkaji ulang rencana pembangunan PLTGU Pemaron. Tim ini nantinya akan melibatkan berbagai unsur seperti desa adat, tokoh agama, PHRI Buleleng. Menurut Wabup, pihaknya harus memadukan antara keinginan masyarakat, pemerintah dan investor. (kmb 15)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)