kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 1 September 2002 tarukan valas
 

KELUARGA


Cecimpedan

TEMPO dulu, waktu luang anak-anak dan muda-mudi kadang-kadang diisi dengan macecimpedan yakni bermain teka-teki. Cecimpedan menjadi sebuah mode pergaulan. Melalui macecimpedan mereka dapat memperluas pergaulan, merasa terhibur dan juga menjadi ukuran kepandaian dan gengsi seseorang. Seorang remaja yang tidak siap berteka-teki akan bengong saja. Oleh karena itu, seorang anak atau remaja berusaha membekali dirinya dengan beberapa buah cecimpedan.

Cecimpedan asal katanya cimped artinya bade atau tebak. Di-dwipurwa-kan menjadi cecimped dan mendapat akhiran an menjadi cecimpedan. Pada awalnya, cecimpedan itu dinyatakan dengan kalimat-kalimat prosa dalam bentuk pertanyaan yang tradisional dan jawaban yang tradisional pula. Jadi pertanyaan maupun jawaban itu tidak boleh menyimpang dari kebiasaan yang sudah berlaku. Akhir-akhir ini teka-teki tradisional itu banyak yang digunakan ke dalam bentuk lagu. Usaha tersebut sah-sah saja, bahkan menambah kentalnya pergaulan di antara anak-anak dan remaja.

Cara Memainkan
Adu teka-teki itu dilakukan oleh dua orang atau dua kelompok yang "berseteru". Salah satu kelompok memulai mengajukan pertanyaan. Misalnya kelompok A: "Apa cekuk kajengitin?" (Benda apa yang dicekik lalu diberi senyum dengan memperlihatkan gigi?) Kelompok B mendapat kesempatan beberapa saat menyusun jawabannya. Kalau ia menjawab dengan caratan (kendi) berarti jawabannya benar. Apabila kelompok B tidak bisa menjawab atau jawabannya salah, maka ia wajib nebusin yaitu membalas dengan teka-teki pula. Seandainya cecimpedan nebusin itu tidak terjawab oleh kelompok A, berarti kedua kelompok itu sapih -- tidak menang kalah. Akan tetapi apabila cecimpedan nebusin itu terjawab oleh kelompok A, maka skor 1-0 untuk kelompok A.

Selanjutnya giliran kelompok B yang mengeluarkan cecimpedan. Kelompok A bertugas made (menebak) atau kalau gagal, nebusin. Demikian seterusnya sehingga permainan berakhir dengan sapih atau salah satu kelompok menang. Belakangan ini muncul cecimpedan yang dinyanyikan. Isinya bukan saja teka-teki yang tradisional, tetapi juga teka-teki baru yang mungkin berasal dari luar Bali. Menggubah cecimpedan menjadi nyanyian dimaksudkan agar suasana bermain itu tidak menjemukan, dapat menggugah rasa keindahan dan tentu saja mendorong kreativitas. Memang dalam pergaulan anak-anak dan remaja di Bali selalu saja muncul kreativitas seni.

Cobalah jawab beberapa contoh cecimpedan yang dilagukan berikut ini;

(1). Raka Rai ya makulkul matumbak
Kulkul malu tumbake jang si duri
Mangkin bade cecimpedan puniki

(2). Raka Rai ya melingeb nungkayak
Melingeb misi nungkayak puyung gati
Mangkin bade cecimpedan puniki

(3). Raka Rai ya meroang mamusuh
Cerik roang di kelihne mamusuh
Mangkin bade cecimpedan puniki

* Made Taro


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

CUACA

www.bali-travelnews.com