kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Pon, 2 April 2002

 BALI


Terkait Kasus Yangapi, Lima Remaja Diadili

Tabanan (Bali Post) -
Lima remaja yang didakwa terlibat dalam kasus perusakan puluhan rumah di Banjar Yangapi, Abiantuwung, Kediri, Senin (1/4) kemarin diadili di Pengadilan Negeri (PN) Tabanan. Lima remaja itu INS (16), KR (17), KY (17) IMG (17), dan PES (15). Kelimanya didakwa melanggar pasal 170 ayat 1 KUHP, yakni secara terang-terangan dengan tenaga bersama merusak orang atau barang. Selain itu mereka juga didakwa subsider melanggar pasal 406 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 yakni merusak secara bersama-sama.

Kelima terdakwa dihadirkan dalam sidang kemarin yang dijadwalkan memeriksa empat orang saksi. Empat saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Indriati, S.H. dan Haryono, S.H., itu Wayan Surata, Ketut Sorog, Mangku Reca, dan Adil Adnyana.

Menurut Haryono, pihaknya mengajukan delapan orang saksi dalam perkara ini. Empat saksi lagi akan diperiksa dalam sidang lanjutan, Senin (8/4) pekan depan.

Dalam pengadilan, keempat saksi menyatakan melihat kelima terdakwa remaja itu melakukan perusakan rumah ketika terjadi insiden perusakan dan pembakaran puluhan rumah di Banjar Yangapi, tiga bulan lalu. Dalam sidang yang dipimpin majelis hakim I Gde Mayun, S.H., saksi-saksi menceritakan, sebelum terjadi perusakan rumah, sekitar 200 orang melakukan konvoi keliling Banjar Yangapi dan kelima terdakwa ikut di dalamnya.

Setelah keliling empat kali, rombongan konvoi menghilang. Lalu sekitar pukul 23.30, terdengar bunyi kentongan dan terjadilah insiden perusakan puluhan rumah, termasuk rumah saksi. Saksi-saksi itu mengaku mengumpulkan keluarga untuk menyelamatkan diri. Keempat saksi menuturkan, saat kejadian mereka melihat terdakwa melempar rumahnya. Saksi mengaku melihat terdakwa dengan jelas karena disorot lampu mobil polisi. Selain itu lampu-lampu jalan saat itu juga diakui juga masih hidup.

Jaksa Putu Indriati mengatakan, kelima terdakwa remaja ini sengaja dikumpulkan dalam satu berkas perkara untuk memudahkan pengadilan. Menurutnya, perkara Yangapi ini dibagi dalam enam berkas yang dikelompokkan menurut perbuatan material, umur terdakwa dan pekerjaan. Satu berkas terdiri atas satu orang yang didakwa sebagai provokator, satu berkas untuk lima remaja dan empat berkas untuk terdakwa pelaku perusakan dan pembakaran. "Berkas terdakwa remaja memang dipisahkan karena diadili berdasarkan Undang-undang No. 3/1997 tentang pengadilan anak," ujarnya. Indriati mengatakan, untuk menangani perkara ini pihaknya mengerahkan hampir semua jaksa yang ada di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan. Beberapa berkas terdakwa sebelumnya sudah mulai disidangkan dengan menghadirkan puluhan saksi. Selasa (2/4) ini giliran terdakwa provokator yang disidangkan di PN Tabanan.

Seperti diberitakan, insiden perusakan dan pembakaran puluhan rumah di Banjar Yangapi terjadi sekitar tiga bulan lalu akibat adanya sengketa pelaba pura di desa itu. Dalam perkara ini, 28 terdakwa ditahan dan lima terdakwa remaja dikenakan tahanan rumah. Seorang lagi yang didakwa sebagai provokator hingga kini masih buron. (ado)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)


Info VALAS